PEMBENTUKAN DAN PENGAKTIFAN KOMUNITAS BELAJAR GURU TAMAN KANAK-KANAK KECAMATAN MASAMBA: STRATEGI TRANSFORMASI BUDAYA KERJA DAN PENINGKATAN KOMPETENSI BERKELANJUTAN

Authors

Keywords:

Budaya Kerja, Guru Taman Kanak-Kanak, Komunitas Belajar, Pengembangan Profesional, Praktik Baik

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk merespons masih terbatasnya keberlanjutan program pengembangan profesional guru Taman Kanak-kanak, yang umumnya dilaksanakan melalui pelatihan jangka pendek tanpa tindak lanjut yang sistematis sehingga belum mampu menumbuhkan budaya profesional yang kolaboratif. Kondisi tersebut sering membatasi kesempatan guru untuk terlibat dalam praktik reflektif, pembelajaran sejawat, dan pengembangan profesional berkelanjutan. Tujuan utama kegiatan ini adalah mendampingi dan melatih guru Taman Kanak-kanak dalam membentuk dan mengaktifkan komunitas belajar sebagai wadah terstruktur untuk berbagi praktik baik, melakukan dialog reflektif, serta mendorong pembelajaran sejawat guna mendukung transformasi budaya kerja dan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif berbasis pendampingan yang dilaksanakan melalui analisis kebutuhan, lokakarya interaktif, diskusi kelompok terfokus, pendampingan rutin pertemuan komunitas belajar, serta praktik reflektif kolektif. Program ini dilaksanakan melalui kemitraan dengan satuan pendidikan Taman Kanak-kanak dan melibatkan 25 orang guru yang tergabung dalam lima kelompok kecil komunitas belajar. Setiap kelompok difasilitasi untuk menetapkan tujuan bersama, menyusun kesepakatan dan norma komunitas, menentukan jadwal pertemuan rutin, serta mengembangkan mekanisme dokumentasi dan berbagi praktik profesional. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh kelompok berhasil membentuk komunitas belajar yang aktif. Guru mampu melaksanakan sesi berbagi secara rutin, mendokumentasikan praktik baik terkait perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen pembelajaran, serta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam dialog reflektif dan kolaborasi sejawat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan partisipasi guru, kemampuan refleksi, dan kolaborasi profesional. Manfaat kegiatan ini meliputi peningkatan kompetensi pedagogik, penguatan hubungan kolegial, serta tumbuhnya budaya kerja kolaboratif yang berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Disimpulkan bahwa pembentukan dan pengaktifan komunitas belajar guru merupakan strategi yang efektif dan berkelanjutan dalam pemberdayaan guru Taman Kanak-kanak melalui pembelajaran profesional berbasis komunitas dan keterlibatan kolektif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Published

2026-02-09